Minggu, 23 September 2012

Kau dan Saya Sudah di Atmosfir yang Berbeda Sahabatku


RIP Sahabatku
Ini hari yang ketiga. Dua hari yang  lalu sudah kudengar berita yang sangat membuat hatiku tidak tenang. Berita yang membuat aku sedih. Berita yang membuat aku pedih. Berita yang membuat hatiku risau. Bahkan berita itu membuat aku bingung dan bingung. Yaitu berita tentang kepergianmu sahabatku.

Saya tidak percaya. Hati ini tetap percaya bahwa berita itu salah. Hati ini terus berkata bahwa berita yang kudengar itu berita tidak benar, berita bohong. 

Tetapi, ternyata benar. Kau sudah pergi dan pergi terus. Takkan kembali lagi. Takkan beretmu lagi. Aku jengkel denganmu kawan. Kenapa kamu tidak beritahu saya sebelum kamu berangkat. Agar aku bisa mendengar suaramu agar disaat-saat seperti ini hatiku tetap terhibur tanpa rasa apa pun. 

Kita menjalani hidup ini bersama. Bahkan jatuh bangun di tempat tidur yang sama. Di alam yang sama. Apakah kamu lupa cerita tentang masa depan kita yang pernah kami rencanakan bersama. Sungguh aku kesal. Kesal dengan caramu.

Etapi entalah. Sekarang kamu dan saya di atmosfir yang berbeda. Kamu dan saya takkan pernah berjumpa lagi. Keculai ketika ajalku tiba. Aku pastikan akan bertemu kembali denganmu dan aku akan tersenyum ria ketika bertemu denganmu lagii. Aku akan memelukmu untuk menghilangkan kerinduan yang lama terpendam dalam hati ini. Menghilangkan bebab yang membatu dalam fikiran semenjak kau berpindah dunia.

Kini aku mengerti. Dan aku merelakanmu pergi. Tanpa memberitahu aku, Musa atau pun Sono. Kami sangat kaget dan terkejut mendengar berita yang penuh dengan sejuta pertanyaan itu. Saat ii aku sadar bahwa itu memang rencan yang tidak boleh ditolak oleh siapa pun kecuali sang Pencipta khalik. Karena Dialah yang punya kuasa dan kehendak atas setiap diri kita. 

Hari ini tepat hari yang ketiga. Dihari ini saya tidak bisa datang langsung ke tempat kami dibesarkan oleh orang tua kita bersama angin, daun dan alam yang begitu bersahabat dan alam yang masih alami. Hari ini engkau akan beristirahat di tempatmu. 

Sebenarnya hatiku berkata agar aku harus ikut antar kamu ke rumah tempat beristirahatmu yang baru. Tetapi hal ini tidak mungkin terjadi dan tidak akan terjadi. Kau menyadari hal itu. Sebab aku tidak bersayap. Seandainya aku bersayap, sejak aku mendengar berita ini aku sudah berada disampingmu. 

Dan dihari ini, aku ingin meminta maaf padamu. Karena aku tidak bisa mengatarmu ke tempat istirahatmu. Aku berharap kamu bisa mengerti kondisi aku saat ini. Dan  aku pun mengerti kondisimu. 

Hal ini tidak akan membuat aku melupakanmu begitu saja. Melupakanmu itu cerita mati. Engkau akan tetap hidup dalam sanubariku. Sejuta peristiwa dan sejuta cerita yang pernah kita lalui bersama itu takkan terhapuskan dari hatiku ini. Mungkin ketia ajalku tiba, semua cerita tentang kita itu akan berhenti dan hilang dari hidupku. 

Saya ingin mengucapkan sleamat jalan untuk yang terakhir kalinya padamu di tempat ini. Karena tak mungkin aku datang kesana dan beri slam terakhir untukmu. 

Sahabatku, satu hal yang perlu kau ingat adalah jagalah “Bunga”mu yang baru tumbuh itu meskipun kau di atmosfir yang berbeda. Agar dia tumbuh dan kelak ketika ia besar namamu akan tetap hidup. Dan juga sahabat karibmu yang kau tinggalkan itu. Ibunda “Bunga”mu.

Akhirnya, aku ucapkan 

“JIAPIA SALJU MONI SANI SELAMAT BERISTIRAHAT, BERISTIRAHATLAH DENGAN DAMAI DI TEMPAT YANG BARU UNTUKMU. SEMOGA ARWAHMU DITERIMA OLEH ALLAH SANG PELUKIS DAN PENCIPTA YANG PUNYA KUASA ATAS LANGIT DAN BUMI INI. JUGA SEMOGA ARWAHMU DITERIMA OLEH-NYA DI TEMPAT YANG BAIK PULA”.


Arnold Belau

3 komentar:

  1. Dia yang memberi, dia pula yang berhak untuk mengambilnya kembali..... belum pernah saya bertemu denganmu tapi saya yakin dirimu pasti orang yang baik dan selalu ceria... selamat jalan dik, moga engkau tersenyum di sisi kanan Poyamee.....!!

    BalasHapus
  2. Turut berduka adikku..
    Memang benar, semua akan kembali berpulang kepadanya...

    Salam.

    BalasHapus
  3. Amakaneee Anii Selamat Jalan semoga Diterima OLeh Bapa Yang Maha Kuasa.
    ya Bapa Tabakan & Kuatkab Adik, Kaka, Bapa & mama yang ditinggalkan Serta Kerabatnya.
    IPMMO Jakarta Turut Berduka Cita

    BalasHapus

Kawan, Tinggalkan ko pu Komentar Disini.....