Selasa, 14 Februari 2012

Maafkan Saya Scuby

Pagi subu sekitar pukul dua lewat dua puluh lima menit pagi waktu papua, saya bersama teman saya pulang dari waena menuju ke asrama tempat tinggalku di kotaraja. Disepanjang jalan tak satupun kendaraan yang kami jumpai, tidak juga orang-orang yang jalan malam. Malam itu sepia mat. Tiada satu pun suara pun yang terdengar. Suara tiupan iangin pun tidak. Aku melintasi jalan itu dalam kesunyian.
Aku melintasi jalan itu ditemani kawanku yang selalu menemani akau kemana pun saya pergi, motorku hehehe….. aku mengendarai kendaraan dalam kecepatan yang cukup tinggi. Ketika aku melintasi turun sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi dari jauh terlihat sebuah gerakan. Gerakan itu terlihat jelas ketika aku nyalakan lampu sorot jauh.
Semakin dekat semakin terlihat jelas benda itu. Langsung kutebak bahwa itu adalah anjing. Kemuadian dari jarak jauh aku bunyikan klakson motorku agar scuby menjauh dari jalan. Karena scuby sedang menikmati makanan sampah yang orang buang ditengah jalan, maka akukalkson agar scuby segera menghindar.
Tak lama kemudian aku tiba di dekat scuby. Scuby kanget. Aku tak tahu, mengapa scuby kaget, sebabdari jauh sudah kuingatkan agar segera menghindar. Sayangnya scuby tak menghindar. Aku pun melintasi jalan itu dengan mengambil jarak agar scuby tidak kutabrak. Namun dengan nekatnya scuby berlari ke arah tempat aku melintas.
Ketika itu juga terdengar bunyi seperti orang lempar seng. Setelah maju beberapa meter kembali kubalikkan badanku lalu melihat ke belakang. Kasihan……si scuby sedang jatuh terkapar di aspal. Aku tak tahu nasib scuby sekarang. Maafkan aku scuby….

Partick Arnold Belau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kawan, Tinggalkan ko pu Komentar Disini.....