Kamis, 06 September 2012

Pengukuhan Mahasiswa dengan Api Unggun Tidak Layak


Dr.Husni Ingratubun, Ketua Yayasan Umel Mandiri, Foto : Dok Pribadi
Jayapura--- Pengukuhan mahasiswa dengan api unggun tidak layak untuk digunakan sebagai suatu simbol untuk pwngukuhan mahasiswa baru.
 
Hal ini disampaikan oleh ketua Yayasan Umel Mandiri, Dr.H.Husni Ingratubun, SE.SH.MM.MH pada rabu (5/9) di kampus Umel Mandiri, Kotaraja, Abepura, Jayapura, Papua sebelum memeberikan materi tentang penerapan hukum perbankan syariah di papua dalam acara rapat senat terbuka dalam rangaka penerimaan dan pengukuhan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Hukum (STIH) Umel Mandiri dan AMIK ( Akademi Informatika) Umel Mandiri tahun 2012/2013. 

"Sebagai mahasiswa api unggun itu tidak layak sehingga hal ini saya mengadopsi dari universitas Hassanudin Makasar dan universitas swasta yang besar di Makassar sebab disana mereka merima mahasiswa dan pungukuhan mahasiswa itu di rapat senat terbuka," jelas Ingratubun.

"Sehingga, lanjutt dia, mulai dari tahun ini hal itu kami adospi dan kami terapkan di STIH dan AMIK Umel Mandiri dan mulai dari tahun ini hingga tahun-tahun berikutnya mahasiswa akan dikukuhkan oleh dan dalam rapat senat terbuka sebagai mahasiswa STIH dan AMIK Umel Mandiri tahun 2012/2013," tuturnya.

"Tentang kuliah umum, saya ambil tema penerapan hukum perbankan syariah di papua karena saya pakar di bidang itu karena saya doktor di bidang bank Syariah,"terangnya.

dengan demikian saya diminta oleh akademik STIH dan AMIK Umel Mandiri untuk memberiDan materi tentang penerapan hukum perbankan syariah di papua sebab mahasiswa yang belajar tentang ilmu hukum pastinya akan belajar juga mengenai penerapan hukum perbankan syariah". 


Arnold Belau*

Ini Tuntutan AMP3R


Massa AMP3R, Foto : Dok Pribadi
PAPUAN, Jayapura--- Aksi demonstarasi damai yang dalakukan oleh Koalisi Masiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) melakukan aksi pada hari ini tetapi dihadang oleh polisi pada rabu (5/9) siang tadi di Abepura, Jayapura, Papua.


berikut ini adalah beberapa poin penting yang menjadi tuntutan APM3R; 

"Segera basmi para koruptor atau para mafia pencuri uang rakyat papua".

"Tangkap dan adili para perampok uang rakyat".

"Stop deposito uang rakyat dengan alasan-alasan yang tidak jelas".

"Lembaga hukum jangan mendagangakn profesinya kepada para elite korup ditanah Papua".

"Stop korupsi di tanah Papua! sebab koruptor meraja lelah sehingga rakyat semakin menderita".

"Segera Turunkan Ahmad Hatari dari jabatannya sebagai kepala badan pengelola keuangan dan aset daerah provinsi Papua".

"Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI segera memeriksa panitia anggaran pemerintah daerah di lingkungan pemerintah daerah provinsi papua yang terdiri dari Sekda sebagai ketua tim anggaran, kepala BAPPEDA sebagai wakil ketua dan kepala keuangan merakngakap kepala BPKD sebagai sekertaris tim anggaran".  
Arnold Belau*



 

Minggu, 12 Agustus 2012

KUBM Koa Iu Pipua : Kami ingin Mengangkat Kembali dan Melesarikan Benda-Benda Budaya Migani

Kelompok SBM Koa Iu Pipua
Intan Jaya--- Kami ingin mengangkat kembali dan melestarikan budaya Migani melalui pekerjaan merawat dan membuat ala-alat budaya Migani.

Hal ini dikatakan ketua Kelompok Usaha Budaya Migani (KUBM) ‘Koa iu Pipua’, Agnes Kobogau ketika ditemui media ini di tempat kerja kelompok usaha budaya Migani pada  Jumat (9/8) di kampung Bilogai, Sugapa, Intan Jaya, Papua.

Agnes Kobogau menjelaskan, “tujuan utama kami  membentuk kelompok usaha budaya yang kemudian kami beri nama ‘koa iu pipua’ ini adalah karena kami melihat budaya Migani terutama benda-benda budaya Migani perlu dirawat, dijaga dan dilestarikan sebab jika dibiarkan tanpa dipelihara dan dilesarikan benda-benda budaya Migani yang baik dan kaya itu akan semakin hilang dan dan bahkan punah dan hilang tanpa jejak,”jelasnya.

Dan juga, lanjut dia, “kami merasa penting untuk kami lestarikan agar kelak anak cucu kami pun tahu budaya Migani sehingga kelak mereka pun dapat melakukan hal yang sama seperti kam lakukan yakni menjaga dan melestarikan budaya Migani terutama benda-benda budaya Migani,”tambahnya.

“Kami tidak hanya melakukan usaha pelestarian budaya Migani dengan membuat benda-benda budaya tetapi juga kami melakukan perawatan terhadap benda-benda budaya Migani serta disamping usaha budaya itu kami juga melakuka usaha bertani dan menanam sayur-sayur untuk dijual”jelasnya lagi. 

Benda-benda budaya yang kami sedang usahakan untuk buat adalah, Mbole Ombo (Baju Perang), Igi (tikar), miga igi (koba-koba), jembelo pa ombo dan miga ombo (Noken dari kulit kayu), domepa ombo (noken anggrek), gosaga (koteka, pakaian adat laki-laki), sabo (cawat, pakaian adat perempuan), begatiu (alat-alat perhiasan), pii (ikat pinggang perempuan), kobe (gelang) dan benda-benda budaya yang lainnya.
“Semua benda-benda yang kami buat itu bahannya kami peroleh dari hutan dan kami olah sendiri dan kemudian kami sendirilah yang membuatnya agar benda-benda budaya itu jadi dan proses membuatnya itu butuh waktu yang cukup lama mulai dari mengambil bahan mentah di hutan, kemudian menjadi bahan setengah jadi dan setelah itu kami bagi dan membuat benda-benda budaya itu,”terangnya.

“Kami memulai kegiatan ini atas inisiaif kami sendiri sejak tahun 2010 hingga sekarang dan sampai saa ini KUBM Koa Iu Pipua memiliki anggota 20 orang yang terdiri dari 5 laki-laki dan sisahnya adalah perempuan,”jelas Agnes yang juga adaah ketua koperasi wanita tambu.

“koa iu pipua berarti penanam buah pandang dan koa iu pipua itu adalah kus-kus yang menjadi ibu bagi semua jenis kus-kus yang ada dan hidup di hutan papua yang postur tubuhnya kecil dan mungil dan ia rajin bekerja untuk semua jenis kus-kus di hutan. Kami beri nama koa iu pipua itu dengan alasan agar dapat mengikuti teladan dari kus-kus kecil yang rajin bekerja demi banyak kus-kus sehingga kami ingin bercermin dari kus-kus koa iu pipua dan nyatakan hal itu dalam melakukan pekerjaan kelompok kami dan kami memualinya dari hal-hal yang mudah dan kecil,”jelasnya. **AB

Minggu, 01 Juli 2012

LPMA SWAMEMO: Segera Pecat Pelaku Penembakan di Degeuwo!

Karel Kobogau dan Thobias Bagubau,
Foto : Arnold Belau
Jayapura --- Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Suku Wolani, Mee dan Moni (LPMA SWAMEMO) meminta Polri segera memecat anggota Brimob yang melakukan penembakan terhadap lima warga sipil di arel penambangan liar di Degeuwo, Paniai, Papua.

Hal ini ditegaskan ketua LPMA SWAMEMO, Thobias Bagubau saat menggelar jumpa pers di Café Prima Garden, Selasa (22/5) siang kemarin di Abepura, Jayapura, Papua.

Thobias mengatakan, Degeuwo bukan daerah yang memerlukan pengamanan ekstra ketat, sehingga harus dilakukan penjagaan oleh aparat dengan menurunkan Brimob Polda Papua.

“Aparat di Degeuwo bukan untuk mengamankan, tetapi untuk membunuh dan menyiksa masyarakat sipil disana, juga untuk melindungi para pencuri sumber daya alam yang  secara liar mencuri dan merampok kekayaan alam yang ada disana,” kata Thobias.

Thobias juga mengatakan, dirinya bersama masyarakat Degeuwo mendukung aksi mahasiswa Papua yang dilangsungkan di Mabes Polri, Jakarta Pusat, untuk menyikapi penembakan terhadap lima warga sipil yang dilakukan oleh aparat Brimob di Degeuwo.

Sementara itu, sekertaris umum Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan Jaya (KOMISI), Karel Kobogau mengatakan, sangat kecewa atas perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan oleh aparat kepolisian tehadap warga sipil dengan cara menembak lima warga yang tak bersalah.

“Kami mendesak kepada pemerintah Provinsi Papua dan dinas-dinas terkait untuk mencari solusi yang baik agar masalah-masalah ini tidak terjadi lagi,” tambah Karel.

Dengan demikian, menurut Karel, salah satu solusi yang terbaik adalah menutup pertambangan liar yang selama ini beropersasi disana.

“Karena semua perusahaan yang selama ini beroperasi disana tidak memiliki ijin resmi dari institusi pemerintahan maupun masyarakat pemilik hak ulayat setempat,” tegas Karel.

Menurut Karel, KOMISI mendukung upaya yang dilakukan LPMA SWAMEMO dalam rangka menjaga dan melindungi alam dan masyarakat Papua, secara khusus di sepanjang kali  Degeuwo. (Arnold Belau)

Kamis, 14 Juni 2012

Selamat Jalan Tuan MakoTabuni


Selamat Jalan Pahlawanku, RIP Mako Tabuni
 Sejenak Kepalaku tertunduk untukmu Mako Tabuni
Wajahmu tak akan terlupakan dari lubuk hatiku komandanku
Wajahmu tak akan pernah terhapuskan dari ingatanku
Lantang orasi politikmu membakar semangat dan jiwaraga
Meneriakkan suara kaum tak bersuara
Masih mengiang dikupingku hari ini
Hari ini ribuan bahkan jutaan tulang belulang tangisi kepergianmu ditangan kaum anjing kolonial
Hari ini pula, rakyat Papua kehilangan putra rakyat bangsa Papua yang selalu dengan lantang dan gagah berdiri di depan ribuan rakyat kaum tak bersuara yang menuntut haknya
Hanya kata LAWAN dan LAWAN yang masih terngiang di otak
Kaulah pejuang sejati dan pahlawan sejati, MakoTabuni
Sampaikan kepada Yang MahaKuasa jika umatnya masih ditindas dan dijajah oleh bangsa pembual dan bangsa colonial
Selamat jalan Tuan MakoTabuni, selamat jalan Pahlawan sejatiku.

Arnold Patrick Belau

MAKO, Kau Pahlawan Sejati Untuk Bangsa Papua Barat



Mako Tabuni, Selamat Jalan Pahlawan
Kau adalah pahlawan sejati
Kau adalah pejuang sejati
Kau tak pernah lelah menyuarakan suara rakyat tertindas
Kaulahpejuangmuliabagibangsapapuabarat
Meskipun mereka membuatmu tak berdaya
Meski Engkau harus jatuh ditangan kolonial NKRI
tetapi kami akan tetap dan tetap LAWAN dan LAWAN
Lawan itulah semboyan kami
Mengapa engakau harus angkat kaki lebih awal dari bumi cenderwasih ini
Sebab saat ini rakyat papua rindu untuk BEBAS
Rakyat papua haus mendengar orasi-orasimu
Rakyat papua ingin mendengar ceramahmu
Dan saat rakyat papua membutuhkanmu
Mengapa engkau harus pergi dan pergi
Air mata rakyat papua kini membasahi tanah papua
Darah rakyat bangsa Papua Barat kini memerahkan langit papua
Yang penuh dengan susu dan madu
Yang penuh dengan emas dan perak
Kami harap Mako selalu hadir dalam hidup setiap insan pemuda rakyat Papua Barat
Kami berharap Mako harus berdiri mendampingi kami
Dan berdiri bersama kami dibawah panasnya sinar raja siang
Dengan bercucuran air mata dan keringat darah
Demi memperjuangkan nasib bagi rakyat bangsa Papua Barat
Demi memperjuangkan hak-hak rakyat bangsa Papua Barat

Untukmu Sang Pejuang
Salam,……..
RIP Untukmu Sang Pahlawan

Patrick Arnold Belau