Selasa, 22 November 2011

Romo Tito Motivatorku


Romo Tito adalah motivator dalam hidup saya. Ia adalah orang paling berjasa dalam hidup saya. Seandainya tidak ada Romo Tito di SMA Adhi Luhur Nabire, mungkin saya sudah putus sekolah dari SMA kelas x (satu). Beliau adalah guruku. Beliau adalah orangtuaku. Beliau adalah motivatorku. Beliau adalah orang yang paling berjasa dalam hidup saya. Banyak sekali perjuangan yang beliau tempuh hanya untuk diriku.

Saya mengenal Romo Tito ketika saya menjadi siswa Adhi Luhur pertengahan tahun 2007. Awalnya saya kurang dekat dengan Romo. Kurang lebih selama enam bulan bahkan lebih dari itu saya diserang oleh malaria. Saati itu saya tinggal di Asrama Teruna Karsa, asrama milik Yayasan dan asramanya tidak jauh dari sekolah. Saat itu Romo menjadi moderator di sekolah sekaligus menjadi rector asrama teruna karsa. Saat itu saya benar-benar tidak bias bertahan lagi untuk sekolah karena malaria menyerang saya, sehingga untuk konsentrasi pada kegiatan-kegiatan di sekolah dan asram sangat susah yang hanya bisa bergulat dengan malaria.
Saya terus berjuang mancari jalan keluar untuk sembuh dari malaria yang terus menyerang saya. Saat itu saya tidka jalan sendirian. Romo selalu menjadi pendorong. Romo selalu berusaha agar saya mendapatkan pendidikan formal disekolah agar tidak ketinggalan dari teman-teman saya yang lain.
Meskipun saya sedang sakit, saya selalu berusaha untuk pergi ke sekolah dengan mengenakan jacket yang besar, jacket itu pemberian pak Aggiat guru Seni semester satu saat saya kelas X (satu) di Adhi Luhur. Samapi disekolah untuk mendapatkan penjelasan dari guru tetapi kadang-kadang saya harus pulang karena malaria menyerang saya. Saya tidak langsung pulang ke asrama tetapi Romo beritahu saya supaya pergi ke Klinik Santo Rafael di bukit meriam. Setiap kali berobat di klinik santo Rafael, perawat dan dokter selalu katakan tidak usa bayar biaya pengobatan karena Romo Tito sudah bayar. saya tidak tahu usaha Romo dan saya selalu berfikir dan bertanya dalam diri saya, Romo itu siapa dan saya ini siapa sehingga Romo peduli terhadap saya?
Saat saya hendak pindah sekolah ke intan jaya karena kesehatan tidak menjamin syaa untuk bertahan di adhi luhur. Pada saat saya bersama orang tua wali saya ke sekolah untuk memintah surat pindah Pak Jhon dan Romo Tito mengatakan tidak usah pindah sekolah, lihat perkemangan dulu. Masih terukir dalam hati dan pikiran saya, Romo pernah mengatakan pada saya saat saya hendak pindah “Belau…..ko tidak usa pindah dulu, nanti lihat perkembangan lagi barang dua atau tiga minggu kedepa, kalo memang tidak bisa barulah kamu boleh pindah sekolah” sedangkan big boss Pak Jhon pernah mengatakan “Arnold kamu jangan pindah, saya rasa keberatan kalo ko pindah dari adhi luhur karena saya kwatir ko tidak dapat pendidikan seperti di adhi luhur”. Akhirnya saya dan orang tua wali saya menyetujuinya. Lalu memilih untuk tinggal beberapa minggu d Adhi Luhur sambil mengikuti dan melihat perkembangan. Agar jika tidak ada perubahan pilihannya adalah pindah sekolah tetapi jika ada perubahan pilahannya masih tetap di Adhi Luhur.
Wah……ternyata setelah dua minggu lewat, ada perubahan bersar. Perubahannya adalah sembuh sakit meskipun tidak 100%. Dan ini saya sangat kaget. Itu mukzijat (dalam hati). Pak Jhon dan Romo luar biasa, kedua beliau hanya menyuruh saya untuk tinggal lalu sakit sembuh ini luar bisa sekali. Akhirnya saya tidak jadi pindah sekolah dan saya masih tetap Adhi Luhur.
Setelah naik ke kelas XI (dua), orang tua saya sedang kewalahan utnuk membiayai pendidika saya karena kakak saya sudah mau wisudah sehingga orang lebih memperhatikan kakak saya dari pada saya, sehingga saya selalu berfikir dan berfikir apakah saya masih bisa bertahan di Adhi Luhur apa tidak? Dari situ semangat saya untuk belajar makin kurang karena fikiran. Saat itu saya selalu berdoa terus menerus agar saya diberi jalan keluar.
Saat itu Romo minta saya untuk buat e-mail saya. Saya tidak tahu maksud Romo. Untuk mengoperasikan computer saja masih tidak bisa (saat itu) lalu Romo bilang saya harus buat e-mail. Dengan percaya diri saya membuat e-mail di google. Romo bantu saya membuat e-mail dan akhrinya jadi juga. Habis itu dua teman saya juga diminta oleh Romo untuk buat e-mail tapi yang bantu damping kedua teman saya itu adalah saya sehingga meskipun saya tidak tahu saya mencoba mendampigi kedua teman dan pada akhirnya e-mail kedua teman saya jadi juga. Mereka adalah Agustian Tatogo dan Maria M Kudiai. Romo katakan kalian dapat beasiswa dari PKKA (Perksekutuan Kasih Kristus Arizona). Mendengar itu ya heran terdiam, dan kaget (tanda gembira) saya tidak berkata-kata lagi selain bersyukur pada Tuhan yang sudah mengabulkan doa saya melalui Romo. Dan saya bilang pada Romo, terimaksih banyak Romo. Dari beasiswa itu saya terima selama dua tahun dan seama dua tahun uang sekolah saya di bayar dari beasiswa itu sehingga bebab orang tua saya jadi ringan. Dan akhirnya saya bertahan di Adhi Luhur sampai selesai. Terimaksih banyak Romo. Romo adalah orang yang paling berjasa dalam hidup saya.
Romo Tito benar-benar mencintai anak-anak papua. Romo benar-benar orang yang sangat prihatin dengan pendidikan di papua. Romo Tito adalah Orang yang sangat Luar Biasa. Tak ada satupun yang bisa kubalas Romo, selain saya berdoa kepada Tuhan agar Romo selalu diberi umur yang panjang, kesehatan yang baik dan sukses dalam melayani Tuhan.


Arnoldus Belau

Senin, 21 November 2011

Adakah Pendidikan Gratis di Indonesia

Pendidikan gratis yang di rancangkan oleh pemerintah Indonesia dari pusat sampai dengan tingkat daerah kini hanya tinggal mimpi. Pendidikan gratis itu hanya mimpi siang para elit negara. Jika kita lihat di lapangan temapat berlangsungnya pendidikan yaitu sekolah-sekolah dan kampus di Indonesia, tidak ada sekolah yang gratis alias bebas biaya. Pendidikan di Indonesia 100% bukan pendidikan gratis. Karena disetip jenjang pendidikan baik Pendidikan Dasar, Menengah Pertama, Menengah Atas dan Perguruan Tinggi baik perguruan tinggi Negeri maupun Pertuguruan Tinggi Swasta di Indonesia yang gratis. Jika pendidikan gratis yang dicanangkan oleh pemerintah itu dapat dilaksanakan di Indonesia maka percaya atau tidak percaya tidak akan ada lagi anak-anak yang nganggur dan tidak akan ada lagi orang yang tidak bersekolah. Tetapi kita tahu sekarang bahwa pendidikan gratis yang dicanangakan itu kita bisa katakan bahwa janji bohong sehingga pemerintah yang selalu berbicara pendidikan gratis itu adalah Pembohong.

Sejauh ini tidak ada pendidikan yang gratis di Indonesia. Pendidikan grtis susah terwujud karena pemerintah di birokrasi pendidikan mengeluarkan pernyataan yang sebetulnya belum waktunya untuk dilaksanakan pendidikan gratis sehingga pendidikan gratis tidak pernah terwujud sampai saat ini. Dilain sisi dana pendidikan kurang memadai sehingga penidikan gratis sulit untuk terwujud. Kita mengetahui bahwa dari dana APBN itu ada sekitar 20 persen dialokasikan untuk pendidikan, namun dari dana itu sebagiannya digunakan untuk membayar gaji para tenaga pendidik (guru). Begitu juga dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS), belum menjamin mewujudkan pendidikan gratis. Buktinya, masih ada pungutan terhadap anak didik yang dilakukan komite sekolah. Sebenarnya pendidikan merupakan sector terpenting yang harus diperhatiakan serius oleh pemerintah karena semakin berkualitas pednidikan semakin berkulitas juga derajat manusia di negara ini. Pendidikan harus diperhatikan dengan serius oleh pemerintah demi terwujudnya pendidikan gratis. Ini juga merupakan proses menuju bebasnya buta aksara di Indonesia.

Arnold Belau)*

Rabu, 26 Oktober 2011

UNTUK APA JUJUR ?

Untuk apa jujur? Adalah sebuah pertanyaan yang tampaknya sederhana. Namun, dibalik makna yang tersimpan di dalam pertanyaan itu sebenarnya tidaklah sederhana yang diduga. Di dalamnya ada sesuatu yang sangat berarti bagi siapa pun yang ingin maju dan dapat dipercaya oleh orang lain. Bagi mereka yang cinta dan rindu dengan kemajuan dan dipercayai tentu saja mereka tidak akan pernah melupakan kata jujur. Sebab mereka sadar sesadar-sadarnya bahwa hanya kejujuranlah akan didapatkan kemajuan dan dipercayai orang lain.

kemajuan dalam berprestasi dibidang minat dan bakat, pembangunan, keakrabaan pertemanan, kedamaian dan lain sebagainya adalah tidak lain sebagai hal yang terwujud dari keberhasilan para kaum yang sadar akan kejujuran. Mereka tidak pernah menghindarkan diri dari perbuatan yang jujur dan selalu jujur. Berbagai kegiatan yang sudah dilakukan dan akan dilakukan itu sesuai dengan keadaan sebenarnya yang diungkap atau dibuat. Sifat ketidakjujuran orang selalu dikoreksi dan dikritik dan akhirnya ada di antara sikap itu tumbang dan muncul orang yang dipercayai dan maju dari sikap jujurnya yang sesuai dengan perbuatan atau kata-katanya. Begitulah adanya. Itulah hasil daya cipta dan sifat orang-orang yang ingin kemajuan dan di percayai dalam berbagai bidang.

Oleh karena itu, untuk apa jujur? Jawabannya adalah untuk memperoleh kepercayaan sebagai penguasa dari orang-orang yang sebanyak-banyaknya sehingga dapat mempengaruhi dalam pergerakan di berbagai bidang . Agar muncul perasaan senang dalam diri orang yang jujur karena tidak malu sewaktu anda terbukti tidak jujur, nah sifat jujur ini sangat besar peranannya untuk anda khususnya sebagai pemimpin. Jujurkah anda ? kata “pembohong/penipu” tidak enak didengar. Orang akan malas bekerjasama dengan anda karena anda adalah orang yang suka bohong. Pembohong adalah suatu kata yang sangat populer untuk menyudutkan orang pada derajat yang jauh atau diluar dari benak orang yang suka dengan kemajuan dan mau bekerjasama. Walaupun dia adalah teman dekat yang selalu bersama-sama sebagai teman main. Dengan sikap jujurlah manusia memberantaskan perpecahan/tidak dipercayai lagi, wanita atau pria pun dapat anda taklukan dengan sikap jujur anda. Orang akan merasa nyaman pula, jika semua yang dilakukan orang tersebut diberikan kepada orang yang dianggap jujur ketika dia pergi ke suatu tempat untuk sementara waktu.

Orang-orang bijak mengatakan bahwa dengan seni hidup ditaklukan menjadi indah, dengan Kitab Suci hidup menjadi terarah, dan dengan kejujuran dunia ditaklukan. Coba anda bayangkan bagaiman kehebatan kejujuran menaklukan dunia. Dunia itu terisi oleh berbagai macam flora dan fauna baik di udara, laut maupun darat dan sebagai penguasa, ALLAH menciptakan Manusia sebagai penguasa yang tunggal atas semua ciptaannya itu, manusia diberi akal dan serupa dengan ALLAH sendiri. Manusia dianggap istimewa di dunia ini apa yang terjadi jika anda manusia tidak jujur terhadap sesama anda. Namun perlu dicamkan, kejujuran tidak datang dengan sendirinya. Tetapi kejujuran harus dibuktikan dengan tindakan laku yang real dari anda dari situlah anda mendapat sumber sebagai orang yang jujur. Maka bertanggungjawablah dengan perkataan anda nanti akan ditemukan misterin dari hal-hal yang sangat berguna demi kemajuan anda. Kejujuran dapat disadari ketika orang itu diketahui tidak bertanggungjawab atau dengan kata lain ketika orang itu malu.......... karena sudah berbohong.

Orang yang tidak jujur dulu, sekarang menyadari betapa pentingnya kejujuran, sehingga mereka menyuruh anak-anak mereka untuk bersikap jujur dalam segala tindakan laku yang real tersebut. Agar tidak mendapat gelar pembohong yang sama pada orang tua dulu dan anaknya dimasa kini. Orang akan menyadari bahwa dia adalah pembohong ketika berada dalam kesalahan dan diketahui orang, nah hal yang perlu anda lakukan adalah dengan selalu jujur, maka semuanya menjadi terbuka dan sesuai dengan niat anda.

Betapa menderita orang yang bersikap tidak jujur karena banyak hal yang sebenarnya harus dia buat tetapi karena sikap ketidakjujuran dia, maka orang lainlah yang diberi kesempatan untuk menyelesaikannya. Dan orang yang tidak jujur selalu berada dalam ketidakpastian hidup dimata Tuhan dan Manusia. Orang yang tidakjujur tidak dipakai lagi dan hilang kepercayaan, kepercayaan sendiri timbul dari sikap jujur sehingga ada kepercayaan. Maukah anda jujur?


By: WADOBY

Kamis, 13 Oktober 2011

Sekertaris LMA Kabupaten Intan Jaya Mengundurkan Diri

Intan Jaya – Sekertaris Lembaga Musyawarah Adat (LMA) kabupaten Intan Jaya Makarius Belau.AmPd,dengan resmi mengundurkan diri dari jabatan sekertaris LMA Kabupaten Intan Jaya. Ketika dihubungi via telepon selulernya untuk memastikan berita penguduran diri dari jabatan sekertaris LMA kabuten Intan Jaya, pendiri lembaga LMA di kabupaten Intan Jaya ini membenarkan kabar penguduran diri dari sekertaris jabatannya sebagai sekertaris di LMA kabupaten Intan Jaya tersebut.

Komunikasi yang berlangsung via telepon genggam kurang lebih selama 6 menit itu beliau mengatakan bahwa “saya sudah mengundurkan diri dari LMA kabupaten Intan Jaya sejak 15 Agustus 2011 lalu, bebernya. Ketika ditanya mengenai alasan yang membuat beliau harus mengundurkan diri dari jabatan sekertaris LMA kabupaten Intan Jaya, beliau mengatakan bahwa ingin kembali mengabdi pada tugas semula sebagai Guru karena di Intan Jaya masih membutuhkan tidak sedikit tenaga guru oleh karena itu saya mengundurkan diri dari lembaga ini. Antara guru dan LMA merupakan dua tugas dan tanggung jawab besar yang harus saya hadapi, sehingga saya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari LMA karena saya ingin konsenterasi pada tugas saya sebagai guru yakni mendidik anak-anak murid di sekolah, agar kelak mereka dapat menjadi sosok yang punya harapan dan impian yang lebih baik untuk masa depan mereka. Bila saya menjalani kedua-duanya sebagai manusia konsenterasi saya akan terbagi sehingga pengaplikasian tugas dan tanggung jawab saya pun akan setengah-setengah sehingga saya memilih untuk mengundurkan diri dari LMA, dan ini merupakan keputusan saya yang mutlak karena saya sudah memikirkannya sebelum mengabil keputusan secara matang. Setelah keluar saya mengundurkan diri dari Sekertais LMA saya akan fokus juga pada DAP kabupaten Intan Jaya lagi, tambahnya.

Kemudian setelah saya mengundurkan diri dari lembaga ini saya akan lebih fokus pada tugas saya sebagai pendidik yang mana saya harus bekerja keras untuk mendidik murid-murid saya di sekolah. Disamping itu pula ini keputusan saya untuk mengundurkan diri dari LMA ini dapat mengurangi beban saya. Ujarnya.
Dengan demikian sekretasis Lembaga Masyaraka Adat kabupaten Intan aya mengundurkan diri dari jabatnnya, dengan alasan untuk lebih fokus pada tugasnya sebagai guru yang salah satu tugas utamanya adalah mendidik anak-anak sekolah di sekolah.
(Arnold/Beko)

Kamis, 29 September 2011

MAXIMUS KOBOGAU – Mengajar Selama 12 Tahun Tanpa Honor

aximus Kobogau yang kerapkali dipanggil Bapa Max ada guru SD YPPK TLLEMANS BILAE kabupaten Intan Jaya. Bapa Max diberi tugas oleh Pater Marten Kuayo saat beliau masih menjadi pastor Dekenat Moni Puncak Jaya karena saat itu tenaga guru di SD YPPK BILAE hanya ada lima (5) guru dan pater menyuruh Bapak Max untuk mengajar meskipun Bapak Max hanya berijazah SD. Pada tahun 1999 Bapa Max diberi tugas oleh Pater Mathen untuk mengajar di SD tersebut dengan perjajian honor Rp.300.000/perbulan. Pada saat itu dua bulan pertama gajinya dibayar sesuai dengan perjanjia anatara pater dan Bapak Max.M
Memasuki bulan ketiga dan seterusnya honor untuk bapak Max sudah tidak diperhatikan lagi. Meskipun demikian, dengan keterbatasan pendidikan yang ia miliki ia tetap menjalankan tugas yang diberikan oleh pater untuk mengajar. Bapak Max mengajar dengan pengetatahuan yang sangat terbatas karena ia hanya menghandalkan pengetahuan yang pernah ia peroleh sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Bapak Max mengajar menghandalkan pentehuannya yang pernah diperoleh sejak SD.
Tanpa mengenal lelah dan bosan bapak Max terus dan terus mengajar dengan segalah keterbatasan pengetahuan yang ia miliki untuk mendidik anak didikannya. Walaupun demiakian Bapak yang berusia 52 Tahun ini selalu dan setia pada tugasnya yakni sebagai pendidik. Saat penulis bertanya tentang proses KBM (Kegiatan belajar Mengajar) di SD YPPK ini, beliau menceriterakan semua yang terjadi selama beliau jadi guru. Dengan sangat sedih saya mendengarnya.
Meskipun berbagai kesibukkan menghalang beliua namun, beliau tetap dengan setia menjalankan tugas sebagai tanggung jawab yang diberikan oleh Pastor kepadanya. Yang lebih sedih lagi adalah “beliau mengajar kelas I-III dengan keterbatasan pengetahuan yang beliau miliki, disamping itu beliau juga sedang memperdalam pengetahuan dengan mengikuti program paket C. Beliau sekolah paket untuk mendapatkan ijazah SMP. Pagi hari beliau mengajar murid-murid kesayangannya. Kemudian pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIT-14.00 WIT beliau lanjut dengan belajar di sekolah paket. Sayangnya sekolah paket itu pun tanaga pengajarnya hanya satu dua saja yang mengajar. Dengan segalah keterbatasan yang ada beliau tetap mengajar.
Sebagai akhir beliau katakan bahwa meskipun saya tidak mendapat honor tetapi saya selalu setia pada tugas saya sebagai guru seperti yang pernah pater tugaskan pada saya. Meskipun saya tidak memiliki banyak pengetahuan tetapi dengan segalah keterbatasan dalam hal pegetahuan yang saya miliki saya selalu berusaha untuk mengajar. Karena saya sangat prihatin dengan masa depan murid-murid saya. Beliau juga mengatakan bahwa meski saya diberi tugas oleh pastor lalu karena tidak bayar honor saya dan saya tidak mengajar berarti itu dosa, dan juga beliau mengatakan juga bahwa bila saya tidak membagikan apa yang saya tahu dan miliki kepada murid-murid saya agar mereka tahu itu juga sama saja dengan saya berbuat dosa, katanya. Karena sekarang Intan Jaya sudah menjadi kabupaten sendiri maka guru-guru bisa ditamabah karena anak-anak sangat mebutuhkan pendidikan, dan juga beliau berharap supaya nasib para guru bisa dperhatiakan dengan baik oleh pemerintah kabupaten Intan Jaya.

Arnold Belau)*

MASYARAKAT INTAN JAYA MENGHARAPKAN PASAR YANG LAYAK

Intan Jaya – Pasar merupakan salah satu sarana terpenting dalam kehidupan masyarakat. Dimana pasar merupakan tempat masyarakat bertemu untuk melakukan kegiatan jual beli. Pengertian yang sederhana pasar merupakan tempat untuk bertemunya para penjual dan pembeli uantuk melakukan kegiatan jual beli.


Untuk membantu tujuan para penjual dan pembeli di pasar agar mencapai tujuan yang maksimal, dibutuhkan saran yang layak untuk para penjul dan pembeli melakukan kegiatan jual beli. Minimal ada tiga (3) hal yang menentukan pasar tersebut layak atau tidak, diantaranya :

1. Area Pasar

Tempat untuk melakukan kegiatan jual beli haruslah luas, sebab pada umumnya pasar merupakan tempat bertemunya para penjual dan pembeli yang berasal dari semua kalangan, dan tidak menutuipi kemungkinan masyarakat yang datang ke pasar pun banyak sehingga dibutuhkan tempat yang luas.

2. Gedung pasar

Kegiatan jual beli haruslah berlangsung di dalam sebuah gedung pasar yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang layak seperti, meja, bangku atau kursi dan lain-lain yang dapat menunjang jalannya kegiatan jual beli agar kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan aman.

3. Letak Pasar

Kegiatan jual beli sebaiknya berlangsung di tempat yang umum dan di tempat yang mudah dikunjungi oleh banyak orang. Dalam hal ini selain area pasar dan gedung pasar, letak pasar pu harus diperhatikan karena pasar setidaknya harus di tempat-tempat yang umum dan mudah untuk dikunjungi oleh banyak orang, sehingga para penjual dan pembeli yang datang ke pasar tidak mengalami kesulitan.

Apabila sebuah pasar dinyatakan layak apabilah ketiga hal diatas terpenuhi. Karena dari ke-tiga hal inilah yang menunjukan pasar itu layak atau tidak.

Di kabupaten Intan Jaya pasar yang ada disana termasuk kategori pasar yang layak. Karena ketiga syarat di atas terpenuhi namun luasnya pasar kurang memenuhi karena orang yang datang ke pasar untuk melakukan kegiatan jual beli kebanyakan berjualan di tanah yang kosong, dan diatas tanah yang kosong itu para penjual mebentangkan alas berupa tikar daun-daun dan karung-karung bekas lalu melakukan penawaran kepada pembeli. Pada tahun 2009 pasar dipindahkan ke lapangan sepak bola karena di area pasar lama pemerintah membangun barack untuk para SKPD. Mulai saat itu kondisi pasar di kabupaten Intan Jaya sangat memprihatinkan sebab tempat yang baru adalah tempat yang idak memenuhi syarat. Sebab tidak ada gedung pasar, tempatnya juga tidak luas, dan juga tempat berjualan pun tidak rata. Kemudian satu tahun kemudian pasar dipindahkan lagi ke tempat yang baru, malah di tempat yang baru ini kondisi pasar sangat memprihatinkan. Sebab tempat yang baru ini selain tidak ada gedung, tempatnya terletak di petigaan jalan, tempatnya tidak rata. Di tempat yang baru ini masyarakat yang datang untuk melakukan kegiatan jual beli ini tidak nyaman sebab masyarakat yang melakukan kegiatan jual beli ini meletakan jualan ini di sekitar jalan raya yang seharusnya pasar tidak bisa di adakan jalan raya, sebab mengganggu kendaraan dan bisa saja terjadi kecelakaan di tempat tersebut.

Sampai saat ini pemerintah belum berinisiatif untuk membangun pasar yang layak untuk masyarakat kabupaten Intan Jaya. Dan pasar di Intan Jaya sedang dalam kondisi yang memprihatinkan. Oleh karena itu pemerintan harus mendirikan tempat yang layak bagi masyarakat. Karena pasar merupakan tempat masyarakat jual beli barang dan dari hasil jual beli barang dagangan mereka itulah yang mereka gunakan untuk mempertahankan hidup mereka serta dari hasil itulah masyarakat dapat melengkapi kebutuhan dan keperluan mereka sehari-hari.

Arnold Belau)*
Read More...

Kamis, 25 Agustus 2011

KOMUNITAS MAHASISWA INDEPENDEN SOMATUA INTAN JAYA (KOMISI)

Maisini Misael
KOMUNITAS MAHASISWA INDEPENDEN SOMATUA INTAN JAYA
(KOMISI)
Sekretariat : Jalan Kamwolker Perumnas III, Abepura-Jayapura-Papua
Mobile Phone : 0821- 9885 - 0408 / 0821- 9778 - 8806

“Bertolak Dari Diri Kembalilah ke Jati Dirimu”
Dengan melihat keberadaan kabupaten Intan Jaya yang sangat tidak memungkinkan untuk menerima dan memasukan PT. PT Penambangan, karena Masyarakat kabupaten Intan Jaya sangat mengantungkan hidup mereka pada sungai – sungai yang ada untuk bercocok tanam lagi pula masyarakat bermukim di sekitar pinggiran sungai – sungai, maka Komunitas Mahasiswa Independen Somatua Intan Jaya (KOMISI) berkomitmen untuk jalan kaki dari Paniai – Enaro menuju Intan Jaya sambil Sosialisasi dari Distrik ke Distrik di Kabupaten Intan Jaya mengenai bahaya limbah PT. PT Penambangan yang akan masuk di kabupaten Intan Jaya di kemudian hari.
Berikut ini nama – nama Komunitas Mahasiswa Independen Somataua Intan Jaya yang melakukan sosialisasi ke daerah – daerah di Intan Jaya;
1. Misael Maisini, selaku Ketua KOMISI
2. Karel Kobogau, selaku Serkretaris KOMISI
3. Petrus Ugipa, selaku Koordinator KOMISI Distrik Wandae
4. Arnoldus Belau, Koordinator Publikasi & Dokumentasi KOMISI
5. Deserianus Bagubau, selaku Anggota KOMISI
6. Domi Dendegau, selaku Anggota KOMISI
7. Nemi Kobogau, selaku Anggota KOMISI
8. Engel Zonggonau, selaku Anggota KOMISI

9. Emanuel Tipagau, selaku Anggota KOMISI
10. Apele Majau, selaku Anggota KOMISI
11. Yan Kobogau, selaku Anggota KOMISI
12. Melen Ugipa, selaku Anggota KOMISI
13. Yunus Bagubau, selaku Anggota KOMISI
14. Osea Sani, selaku Anggota KOMISI
15. Kristianus Migau, selaku Anggota KOMISI
16. Rafael Kobogau, selaku Anggota KOMISI
17. Pilemon Mujijau, selaku Anggota KOMISI
Tepatnya hari Selasa tanggal 19 Juli 2011 pukul 07. 30 malam KOMISI mulai bergerak ke Paniai menggunakan Strada dan tiba di sana pukul 06.30 pagi. KOMISI menginap di salah satu rumah masyarakat di sebelah kali Enaro dan besok harinya KOMISI mengikut perahu Jongsong milik masyarakat Paniai menuju pasir putih, setibanya disana komisi menggunakan motor ojek untuk melanjutkan perjalanan ke ujung jalan pasir putih. KOMISI berjalan selama beberapa jam untuk mendapatkan kampung Ibosiga, tepatnya jam 04. 35 KOMISI tiba di kampung Ibosigga.
KOMISI dengan jumlah yang sangat banyak sehingga kOMISI menginap di dua rumah di kampung Ibosiga, rombongan ketua komisi Misael Maisini menginap di Rumahnya salah satu Frater yang bersal dari kampung itu. Sedangkan rombongan Sekretaris KOMISI Karel Kobogau bersama Kepala Desa Maidano bermalam di sala satu Rumah yang di sediakan masyarakat setempat untuk para Pelayan Misi Katolik di Kampung itu.
Jumat pagi tanggal 22 Juni 2011 pukul 06.30 KOMISI mulai berjalan menuju Maidano Intan Jaya, pukul 09.00 KOMISI tiba di Jemenataga dan selanjutnya pukul 11.35 KOMISI tiba di Magataga dan akhirnya pukul 04.00 KOMISI Tiba di Gepero. KOMISI Istirahat sejam di kampung tersebut sambil membagikan selebaran sosialisasi umum, selanjutnya komisi melanjutkan perjalanan menuju Maidano bersama kepala desa setempat dan tiba disana pukul 06.30
Besok harinya sabtu tanggal 23 Juli 2011 pukul 09.45 KOMISI melakukan sosialisasi atas bantuan kepala desa setempat serta para pelayan umat setempat. KOMISI memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat dihalaman Gereja Maidano mengenai bahaya limba PT. PT Penambangan yang akan masuk di Kabupaten Intan Jaya dikemudian hari.
Yang hadir saat itu adalah masyarakat tiga kampung dengan masing masing kepala kampung, yakni kepala kampung Debasiga I Wilem Somau, kepala kampung Debasiga II Timotius Holombau dan kepala kampung Isandoga Aner Nagapa, para pelayaan umat setempat, kepala suku Distrik Wandae Jebu Sinipa serta Intelektual setempat.
KOMISI melakukan sosialisasi awal di kampung itu, setelah memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat sambil membagikan selebaran dan menjelaskan isi selebaran KOMISI memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk menyampaikan pendapat mereka tentang bahaya limba pertambangan dikemudian hari.
Kepala Suku Distri Wandae Jebu Sinipa; adik – adik saya takut akan bahaya limba penambangan, karena akan mengancam kelangsungan hidup kami (masyarakat), karena kami pada umumnya berkebun di pinggiran sungai ini (Kemabu) sehingga yang kami inginkan hanyalah:
01. harus memperhatikan bahaya Limba, artinya bahwa; limba jangan dibuang ke
sungai Wabu, sungai Kemabu, sungai Mbiabu maupun sungai sungai lainya di Intan Jaya. Limba harus dibawa dalam Pipa dan sebelum di buang ke lautan harus di olah menjadi Air biasa atau air Bersih lalu dibuang ke lautan, sebab di laut juga masih ada makhluk hidup yang ingin hidup seperti makhluk makhluk lain di muka bumi ini.
02. PT. PT Penambangan boleh masuk dan Operasi dengan catatan harus
membuat perjanjian kerja sama yang jelas dan terbuka serta dapat dibuktikan
kebenarannya, dengan memakai pendekatan 40% untuk masyarakat adat
atau memakai mekanisme Famisasi bagi masyarakat pemegang hak ulayat
dan 60% untuk Investor.
Apabila kedua (2) hal ini tidak di terima oleh PT. Freeport maupun PT. PT Penambangan lainnya yang akan masuk di Intan Jaya, maka Masyarakat Adat selaku Pemegang hak ulayat tidak mengijinkan PT. PT Penambanagan masuk di wilayah kami, hal yang senada diungkapkan oleh kepala kampung Debasiga I Wilem Somau
Paitua Somau: saya merasa sudah cukup hidup bahagia dengan apa yang diberikan dari alam ini kepada saya dan saya merasa sakit perut dan kecewa, karena alam ini dirusakkan sehingga penghuni – penghuni alam ini entah kemana. Apakah,? dengan kehadiran pertambangan akan menambah penduk pribumi di tempat. Saya merupakan kemabu, yang saya mau semua sepakat dan komitmen untuk tidak menerima perusahaan pertambanagan sampai Tuhan Yesus datang, ini saja tidak ada yang lain.
Setelah mendengarkan keinginan dan kemauan dari masyarakat setempat, maka KOMISI istirahat beberapa menit lalu melanjutkan perjalanan ke Mbiulagi Distrik Wandae pada pukul 03. 50 dan tiba di Wandae pukul 07. 30. Setelah bermalam di situ KOMISI melanjutkan sosialisasi yang kedua di halaman Kantor Distrik wandae Pada hari minggu tanggal 24 juli 2011 pukul 02.00 WPB.
KOMISI memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat sambil membagikan selebaran sosialisasi umum yang akan diadakan disugapa ibu kota kabupaten pada tanggal 10 – 11 Agustus 2011. Setelah memberikan pemahaman KOMISI memberikan waktu kepada masyarakat.
Masyarakat setempat sebagian besar menyatakan bahwa; ditempat ini selalu datang orang – orang asing, orang – orang asing ini datang hanya untuk menipu kami dan mencuri kekayaan kami, sehingga kami tidak terima PT. PT Penambangan masuk wilayah Intan Jaya. pada beberapa bulan lalu orang – orang asing datang ke tempat ini dan mencuri sesuatu yang kami anggap keramat dan berharga, akhirnya kami kehilangan sumber pembuatan garam asli (Mue Kumu) di tempat ini. Dulunya kami merasa kaya raya dengan hasil garam ini, namun apa boleh buat karena orang – orang asing telah mencurinya.
Setelah mendengarkan pernyataan masyarakat setempat, KOMIS bermalam di Mbilaggi di Rumanya Ketua Koordinator KOMISI wilayah Wandae, yakni Petrus Ugipa. besok harinya KOMISI melanjutkan perjalanan ke Distrik Homeyo pada pukul 07.00 dan tiba di sanepa pukul 11. 00. KOMISI istirahat selama dua (2) jam lamanya di Sanepa lalu KOMISI melanjutkan perjalanan ke Pogapa Distrik homeyo pada pukul 01. 30 dan KOMISI tiba di Homeyo pada pukul 03. 00.
Besok harinya tepatnya pada tanggal 26 Agustus 2011 KOMISI melanjutkan sosialisasi atas bantuan kepala desa dan Intelektual setempat. setelah sosialisi KOMISI memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat.
Yang kami inginkan hanyalah sepakat untuk tidak menerima PT. PT Penambangan masuk di wilayah Intan Jaya, karena beberapa bulan lalu orang – orang asing datang ketempat keramat (Wutilimba) yang kami anggap suci dan memotret beberapa kus – kus (Dinggi So), sehingga keluarga kami meninggal dunia. setelah mendengarkan pendapat masyarakat setempat KOMISI melanjutkan perjalanan ke Bilae. Setibanya disana KOMISI Istirahat selama dua hari di Rumannya sekretaris KOMISI Karel Kobogau.
KOMISI melanjutkan perjalanan pada hari kamis tanggal 21 Juli 2011 pukul 08.00 ke Sugapa Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya, dan tiba di sana pukul 05. 35. KOMISI bermalam di Rumanya Koordinator KOMISI Wilayah Sugapa,yakni Misael Sondegau. Besok harinya KOMISI di beri sala satu tempat tinggal untuk dijadikan sekratariat oleh Misi katolik Bilogae.
KOMISI terpencar kemana – mana guna mengadakan sosialisasi dari rumah ke rumah dan pada hari minggu tanggal 31 Juli 2011 Ketua KOMISI bersama Koordinator KOMISI Wilayah Wandae Petrus Ugipa menuju ke Titigi untuk beribadah disana sambil Sosialisasi.
Setelah ibadah KOMISI melanjutkan dengan sosialisi sambil membagikan selebaran kepada masyarakat Titigi. setelah sosialisasi kepada masyarakat setempat KOMISI memberikan waktu kepada masyarakat untuk menyampaikan Pendapat mereka.
Enos Kum: dulu negeri ini ibarat firdaus yang begitu kaya raya (sonowi emo), namun dengan datangnya orang – orang yang tidak tau diri menghancurkan negeri ini. Yang jelas dengan kehadiran PT. PT Penambangan di intan jaya malah akan lebih parah,karena gunung, Bukit, Hutan belukar, telaga, sungai, gua dan segala kekayaan alam milik kami akan dirusakkan oleh PT. PT Penambangan. Ini berarti kami tinggal tungguh waktu untuk habis dari tanah leluhur kami,. Semoga PT. PT Penambangan tidak masuk di Intan Jaya.
Julita Mujijau: saat ini saja kami ada susah apalagi dengan kehadiran PT. PT Penambangan di Intan Jaya, tutup saja.
Jermias Hagisimijau: Perusahaan Penambangan akan datang untuk menghabiskan isi kekayaan alam kami, tapi hasil kami tidak nikmati. Semua sumber – sumber hidup kami akan dimatikan dan kami juga akan mati satu persatu. Sehingga kami masyarakat akan sama – sama dengan semua orang yang peduli bersatu dan tutup saja.
Romanus Mujijau; Kami akan menjadi penonton seperti di Timika. namun kami tidak dapat makan dan hidup yang baik dari hasil kekayaan alam kami dan juga kami tinggal dibagian muara sungai sehingga akibat limba pertambangan sumber – sumber hidup kami akan dimatikan, sehingga kami akan habis, lebih baikTutup saja Perusahan Pertambangan.
Setelah KOMISI mendengarkan pendapat dari masyarakat setempat, KOMISI bermalam disitu selam dua hari dan KOMISI melanjutkan perjalanan ke Distrik Hitalipa pada hari Selasa tanggal 02 Agustis 2011 untuk melakukan sosialisasi yang kelima,
namun karena waktu tidak memungkinkan untuk KOMISI melakukan sosialisi, maka KOMISI membagikan selebaran ke Gereja Kombogosiga, Pugusigga, Kulapa, Sabenepa, Isigga, Janamba, Soanggama, Sugapa lama, Uyamuloggo, Tausigga dan beberapa daerah lainnya di Distrik Hitalipa.
Minggu tanggal 07 Agustus 2011, setelah Ibadah di Wabo Agapa seperti biasanya KOMISI melanjutkan Sosialisasi di situ. KOMISI memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan pendapat mereka.
Kepala Desa Mindau: PT. Freeport sudah membunuh generasi intan jaya dengan eksplorasi di beberapa tempat di Wabu, dan sudah ambil hasil kandungan alam kami sehingga PT. Freeport jangan cobah – coba datang operasi lagi, saya sudah sumpah.

Stepanus Sondegau: yang kami inginkan hanyalah sepakat dan komitmen untuk tidak menerima PT. PT penambangan masuk di Intan Jaya, karena yang punya alam adalah kami, yang menjaga adalah kami, tetapi kami tidak akan menikmati hasil kekayaan alam kami, malah hudup kami nantinya lebih buruk dari hari ini,.. semoga perusahaan pertambangan tidak masuk di Intan Jaya.
Herodia Sani: hasil kekayaan alam milik kami sudah dirusakkan oleh PT. Freeport dan belum bayar sampai detik ini, untuk itu PT. Freeport jangan datang lagi ke Intan Jaya.
Musa Sondegau: kami mau tinggal dan hidup dimana,.? Satu – satunya sungai yang memberikan kami hidup hanyalah sungai ini (Wabu). kami sangat takut dengan PT. PT Penambangan yang akan mengancam hidup kami dan generasi kami, karena semua penghasilan hidup kami sehari - hari bersal dari pinggiran sungai – sungai ini.
Bendeta Tigau: sepakat dan komitmen untuk tidak terima PT. PT Penambangan masuk di Intan Jaya, tutup saja PT. PT Penambangan.
KOMISI istirahat selama beberapa hari dan tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2011 KOMISI mau melakukan sosialisasi sesuai dengan jadwal, namun karena satu dan lain hal, maka KOMISI merencanakan untuk sosialisasi pada hari Jumat.
Tepatnya pada hari Jumat tanggal 12 Agustus 2011 pukul 10.00 KOMISI melakukan Sosioalisasi Umum di Pasar Sugapa Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya, setelah melakukan Sosialisasi mengenai bahaya limba Penambangan KOMISI memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat mereka.
David Kobogau: limbah penambangan harus dibawa dalam pipa dan diolah menjadi air biasa lalu dibuang kelautan mengingat dilautan masih ada makhluk hidup. Apabila hal ini sudah ditandatanggani hitam diatas putih oleh PT. PT Penambangan yang akan masuk wilayah Intan Jaya, maka hal yang kedua adalah membuat perjanjian kerja sama yang jelas, terbuka serta dapat dibuktikan kebenaran-nya, yaitu memakai mekanisme Famisasi atau 40% untuk pemilik hak ulayat sedangkan 60% untuk Investor.
Kedua hal diatas sudah disepakati bersama – sama dengan melibatkan Investor,Pemerintah dan Masyarakat adat, maka PT. PT Penambangan boleh masuk, jika belum ada kesepakantan diatas, maka tidak diijinkan untuk PT. PT Penambangan masuk wilayah Intan Jaya.
Andreas Duwitau Tokoh Pemudah : kami masyarakat sepakat dan komitmen untuk tutup saja PT. PT Penambangan yang masuk wilayah Intan Jaya, karena tidak ada keuntungan satupun bagi kami masyarakat adat, Tutup Saja.
Bernabas Tipagau Tokoh Masyarakat: PT. PT Penambangan sangat mengancam kelangsungan hidup kami dan generasi kami, jadi kami sepakat dan komitmen untuk tutup saja PT. PT Penambangan yang masuk Intan Jaya.
Emelia Sani Tokoh Wanita: kami punya generasi mau kemanakan,.? Hidup kami hanya tergantung dari sungai – sungai ini, tidak ada tempat bagi kami untuk hidup. Tutup saja PT. PT Penambangan yang masuk di Intan Jaya.
Thomas Sondegau Tokoh Pemuda: kami masyarakat sepakat dan komitmen untuk tutup PT. PT Penambangan yang masuk di Intan Jaya, karena PT. PT Penambangan datang juga pasti hidup kami tambah susah dari sekarang, tidak ada pilihan lain, jadi tutp saja.
Servina Duwitau: kami mau tutup saja PT. PT Penambangan, tapi di tempat ini banyak Yudas Iskariot yang sudah jual kami dan nati jual kami hanya untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok sendiri, tapi hasil itu dia akan dapat di kemudian hari.
Milon Ama Maisini; orang – orang seperti yang dulu sudah punah dari tempat ini, sehingga kami mencari orang – orang itu. Pasti saja dengan kehadiran PT. PT Penambangan sangat mengancam generasi kami, sehingga waktu demi waktu kami juga akan habis dari tanah leluhur kami, tutup saja PT. PT Penambangan yang masuk di Intan Jaya.
Yunus Sani: Perusahan Penambangan boleh masuk, tapi dengan catatan kimia harus dibawa dalam pipa dan sebelum buang ke lautan harus di olah menjadi air biasa, apabila hal ini Ditandatangani hitam diatas putih oleh Perusahan yang akan masuk, maka yang kedua adalah pembagian hasil dengan mekanisme Famisasi atau 40% untuk masyarakat adat dan 60% untuk Investor, kalau tidak mau terima ini kita tunggu negara lain, itu saja tidak ada lain.
Sugapa Lama Wandagau: kami semua harus sepakat dan komitmen untuk pulangkan Perusahan Penambangan, karena perusahaan akan membuang limbah ke sungai – sungai yang ada di Intan Jaya. ini berarti kita tidak akan hidup di intan jaya, tapi kita akan habis satu persatu, tutup saja dari pada kita yang habis.
Herman sondegau: kami masyarakat sepakat dan komitmen untuk tolak perusahaan pertambangan, karena tidak ada keuntungan satupun dari perusahaan. Kami minta bantuan pesawat perusahaan untuk mengantar masyarakat yang sakit, namun perusahaan tidak pernah tolong kami, walaupun memo sudah dikasih dari pemerintah intan jaya, bukan itu saja yang kami hadapi. Masih banyak hal yang tidak dapat kami sampaikan. Kami merasakan bahwah besok - besok perusahaan pertambangan ini sangat membunuh kehidupan kami dan kehidupan generasi kami untuk itu kami harus sepakat dan komitmen sera membangaun kekuatan untuk pulangkan setan ini (PT. Freeport).

Berdasarkan hasil sosialisasi dari KOMUNITAS MAHASISWA INDEPENDEN SOMATUA INTAN JAYA (KOMISI) Sebagian besar masyarakat adat (99%) selaku pemegang hak ulayat menyatakan bahwa; tidak menerima PT. PT Penambangan, karena kami (masyarakat) tidak ada tempat untuk bercocok tanam dan masih mengantungkan hidup kami dari pinggiran sungai Wabu, Kemabu, Mbiabu maupun sungai – sungai lainya, lagi pula kami (masyarakat) bermukim di pinggiran sungai – sungai dan muara sungai – sungai ini. Apabila perusahaan pertambangan di paksakan masuk di Intan Jaya, maka kami dan generasi kami akan kemana,.?
Yang jelas dengan kehadiran PT. PT Penambangan di Intan Jaya akan membunuh kami dan generasi kami, sehingga kami juga meminta kepada Judas – Yudas Iskariot yang selalu jual kami hanya untuk memuaskan kepentingan diri sendiri dan kepentingan kelompok untuk segerah berhenti menjual kami lagi. Kalau tidak Yudas – Yudas ini akan ditelan oleh alam ini, sehingga jangan main – main dengan alam ini, karena alam ini juga suatu saat akan bermain – main denganmu.
Sedangkan masyarakat sebagian kecil (1%) masih takut dengan limbah penambangan , sehingga masyarakat menyatakan bahwa: Perusahan Penambangan boleh masuk dengan catatan bahwa; (1). Llimbah penambangan harus dibawa dalam pipa dan sebelum dibuang kelautan harus diolah menjadi air biasa , lalu di buang ke laut, karena di laut juga masih ada makhluk hidup yang ingin hidup seperti makhluk – makhluk lain di muka bumi ini. apabila poin pertama ini sudah disepakati dan Ditandatangani hitam diatas putih oleh pihak perusahaan pertambangan, maka hal yang kedua (2). Adalah pembagian hasil harus memakai mekanisme Famisasi atau 40% untuk masyarakat adat dan 60 % untuk Investor, apabila ke dua (2) hal ini disetujui oleh PT. PT Penambangan yang akan masuk di Intan Jaya ,
maka yang ketiga (3). Adalah Tiga pihak harus duduk dan tanda tangan hitam diatas , yaitu masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat, pemerintah kabupaten intan jaya dan investor.
Apabila ke tiga (3) hal diatas sudah terjadi , maka kami juga akan menerima PT. PT Penambangan untuk masuk operasi di Intan Jaya, tapi kalau ketiga (3) hal diatas belum terjawab, maka untuk sementara sabar (Biar dia tinggal).
Setelah mendengarkan pendapat Masyarakat Intan Jaya dari Distrik ke Distrik dan dari kampung ke kampung yang dimulai dari kampung Maidano Distrik Wandae pada hari sabtu tanggal 23 Juli 2011 sampai dengan Distrik Hitalipa di Hitalipa hingga sosialisasi umum di Distrik Sugapa Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya pada hari Jumat tanggal 12 Agustus 2011,maka KOMISI (KOMUNITAS MAHASISWA INDEPENDEN SOMATUA INTAN JAYA) menyimpulkan hasil sosialisasi tersebut dalam bentuk press release berikut ini:

PRESS RELEASE/V/KOMISI/VIII/2011

Masyarakat Intan Jaya pada umumnya masih mengandalkan hidup mereka pada alam dan sungai – sungai disekitarnya yang mereka anggap merupakan tempat satu – satunya untuk memenuhi kehidupan mereka sehari – hari.
Mereka menolak kehadiran PT. PT Penambangan, karena sungai – sungai itu yang menghidupkan mereka dari generasi ke generasi dan mereka rasa tidak ada tempat bagi mereka dan generasi mereka apabila perusahaan pertambangan dipaksakan masuk dan operasi di Intan Jaya, karena tidak menutup kemungkinan yang jelas limbah penambangan akan dibuang ke sungai – sungai yang ada di intan jaya.
Untuk itu KOMISI menegaskan kepada pihak – pihak yang masih takut akan bahaya limba pertambangan, namun masih menerima PT. PT Penambangan untuk masuk operasi di intan jaya segera sadarkan diri. Jangan jadi Yudas Iskariot dan membunuh masyarakat Intan Jaya dengan menghadirkan PT. PT Penambangan hanya untuk memuaskan kepentingan diri sendiri dan kepentingan kelompok.
KOMISI juga menegaskan kepada PT. Freeport yang sedang melakukan eksplorasi tahap kedua (2) di basecam wabu sugapa – intan jaya segera berhenti sampai disitu jangan lagi masuk ke tahap ke tiga (3) , karena perusahaan belum melakukan kewajiban perusahaan, yaitu; mengadakan Penghijauan (REKLAMASI) kembali terhadap kerusakan yang sudah pernah dikasih botak oleh PT. Freeport. beberapa gunung yang di kasih botak tersebut merupakan tempat – tempat sumber berburuh, tempat buah pandang, tempat rotan, tempat kayu dan lain lain dan sampai saat ini belum bayar ganti rugi semua kerusakan tersebut, sehingga PT. Freeport jangan coba – coba untuk masuk eksplorasi ke tahap ketiga.
Apabila perusahaan masih melakukan aktivitasnya, maka kami juga tidak main – main untuk membangun kekuatan untuk menghentikannya.

Press release ini kami buat dengan sesungguhnya untuk dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait demi menyelamatkan dan melindunggi umat TUHAN di Wilayah Intan Jaya dari bahaya Kapitalisme, yang akan mengancam kelangsungan hidup masyarakat Intan Jaya secara pelan, tapi pasti.

Jayapura, Rabu 24 Agustus 2011

“Apa Yang Engkau Tabur Kini, Engkau Akan Menuainya”

KOMUNITAS MAHASISWA INDEPENDEN SOMATUA INTAN JAYA (KOMISI)
KETUA

MISAEL MAISINI

Senin, 22 Agustus 2011

PUNYA SERTIFIKAT KOMPUTER TETAPI TIDAK BISA MENGOPERASIKAN KOMPUTER

Pada masa era global ini minimal untuk mengoperasikan computer harus bisa oleh setiap manusia di belahan dunia manapun, karena computer adalah sebuah saran yang diciptakan untuk membantu aktifitas meanusia untuk kenutuhan hidupnya. Lebih parah bila tidak bisa mengoperasikan computer. Karena computer mekebutuhan utama yang tak terlepas dari kebutuhan lainnya, misalnya untuk mengetiak pada zaman dahulu masih menggunakan tulisan tangan dan juga maih mengguanakan mesin ketik manual.

Namun pada perkembangan zamn yang begitu cepat akhirnya untuk menulis surat ataupun yang lainnya tidak memerlukan tulisan tangan maupun tik-kan dari mesin tik manual. Artinya bahwa computer di era globalisasi ini sangat penting karena semuanya baik untuk men-tik surat-surat maupun men-tik kebutuhan lainnya tidak memerlukan tik-kan mesin ketik manual maupun tulisan tangan tetapi semuanya itu semuanya menggunakan computer.

Sehingga tidak heran jika zaman sekarang mulai darri anak-anak maupun tingkat dewasa mengguanakan computer. Di negara-negara bekembang sudah mengkomputerisasikan computer dalam kehidupan masyarakat sehingga di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya meenggunakan computer dengan bantuan jaringan internet bisa menggukana computer itu sebagai saran untrue mengajar dan kebutuhan lainnya, pendidikan dari rumah artinya tidak ke sekolah lagi namun guru-guru hanya mengajar lewat janringan yang ada sehingga bisa mendapatkan pengajaran dari guru-gurunya dari rumah saja.
Manfaat komputer dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan membantu, mempermudah, mempercepat pekerjaan-pekerjaan manusia yang mungkin sulit bila tidak menggunakan komputer diantaranya adalah:
1. Bidang Pendidikan
Kita tahu bahwa untuk memanfaatkan TIK dalam hal pembelajaran tidak semudah dibayangkan.Perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi demi terwujudnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran,diantaranya :
-Adanya akses teknologi internet untuk guru maupun siswa,baik di dalam kelas,sekolah,maupun lembaga pendidikan guru,
-Adanya materi yang bermutu bagi guru dan siswa,
-Guru harus harus produktif terhadap perkembangan TIK.
2. Bidang Kesehatan
Salah satu Dari manfaat komputer dalam bidang kesehatan adalah Mempermudah dokter dan perawat dalam memonitor kesehatan pasien, monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah, dll. Itu adalah salah satu manfaat komputer dalam bidang kesehatan.
3. Bidang Transportasi
Dengan adanya komputer semua jadwal dan jalur penerbangan yang transit dibandara bisa di program dan dijadwalkan dengan komputer.Untuk menerbangkan sendiri pesawat dilengkapi dengan peralatan komputer.
4. Bidang Jasa Pengiriman Barang
Dengan adanya komputer dan internet orang tidak lagi menunggu berhari-hari menerima surat, cukup lewat email saja lebih cepat dalam sekejap.
5. Bidang industri Otomotif
Mobil-mobil di buat dari kerangka body, mesin, peralatan elektronik di pabrik denga bantuan robot yang dikendalikan oleh komputer. Dengan bantuan komputer pabrik-pabrik otomotif bisa memproduksi mobil dalam jumlah ratusan perbulan.
6. Bidang Jasa Konstruksi
Dengan komputer para insinyur dan arsitek mendesain gambar konstruksi dengan permodelan dan perhitungan yang akurat dan cepat yang dioperasikan dengan bantuan komputer.
7. Bidang Industri Perfilman
Semua efek-efek di dunia akting, animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer.
8. Bidang Industri Rekaman
Bahwa untuk menghasilkan suara yang bagus perlu pengaturan perekam dan modifikasi suara dengan media komputer.
9. bidang Pertahanan dan Keamanan
Negara maju seperti Amerika telah dilengkapi dengan peralatan satelit yang dikendalikan dari Bumi. Amerika menggunakan Jaringan Inteligen yang dilengkapi dengan Teknologi komputer dan Informasi modern.

Beberapa waktu lalu ada seorang pemuda yang baru saja diangkat menjadi CPNS (Calon Pegawai Negri Sipil) dari sebuah kabupaten pemekaran di pegunungan Papua Tengah, datang ke tempat saya dan teman-teman saya. Dimana kami diberikan sebuah kamar untrue dijadikan sebagai secretariat sementara untrue kegiatan Sosialisasi Manusia dan Alam Intan Jaya. Pada saat itu pemuda itu datang dan meminta laptop milik saya untrue belajar men-tik, lalu saya tidak mengabulkan permintaannya. lalu pemuda itu mengatakan bahwa “ sa ini punya sertifikat computer yang Pemda kasih tapi saya tidak tahu cara mengoperasikan computer” lalu say bertanya lagi , Kemudian Sertifikat itu Pemda berikan kepada ko dengan kop u teman-teman dengan tujuan apa? ah. . . . . .pemda dorang kasih saja ini, say ajuga tidak tahu karena saya tidak tahu gunakan computer jadi nanti saya bakar saya punya sertifikat itu, katanya.
PEMDA tidak bisa memberikan sertifikat computer bila bawahannya tidak bisa meng operasikan computer karena itu sama saja dengan membodohi bawahannya. Bila ingin meyekolahkan pegawainya agar bisa mengoperasikan computer maka tiap kepala dinas harus menyekolahkan ataupun memberikan pelatihan dan memberikan izin untuk pegawainya bisa mengoperasikan computer, bukan dengan cara memberikan sertifikat kepada orang yang sama-sekali tidak bisa mengoperasikan computer. Hal semacam ini sangat jelek karena nama kabuaten jelek dan juga bila punya sertifikat tetapi tidak bisa mengoperasikan computer berarti yang malu adalah pihak yang memberikan sertifikat kepada orang yang tidak bisa mengoperasikan computer karena sudah membodohi orang lain dengan memaksakan keadaan.

Arnold Kiba Belau )*